Konteks Fisika

Penerapan dan Kegunaan Radioaktivitas

A. Kegunaan Radioaktivitas

radioaktif

1. Sebagai Perunut

Sebagai perunut, radoisotop ditambahkan ke dalam suatu sistem untuk mempelajari sistem itu, baik sistem fisika, kimia maupun sistem biologi. Oleh karena radioisotop mempunyai sifat kimia yang sama seperti isotop stabilnya, maka radioisotop dapat digunakan untuk menandai suatu senyawa sehingga perpindahan perubahan senyawa itu dapat dipantau.

a. Bidang Kedokteran.
Digunakan sebagai perunut untuk mendeteksi berbagai jenis penyakit, antara lain:• 24Na, mendeteksi adanya gangguan peredaran darah.
• 59Fe, mengukur laju pembentukan sel darah merah.
• 11C, mengetahui metabolisme secara umum.
• 131I, mendeteksi kerusakan pada kelenjar tiroid.
• 32P, mendeteksi penyakit mata, liver, dan adanya tumor.
• Pu-238 energi listrik dari alat pacu jantung.
• Xe-133 Mendeteksi Penyakit paru-paru.
Berbagai jenis radio isotop digunakan sebagai perunut untuk mendeteksi (diagnosa) berbagai jenis penyakit, misal teknesium (Tc-99), talium-201 (Ti-201), iodin 131(1-131), natrium-24 (Na-24), xenon-133 (xe-133) dan besi (Fe-59). Tc-99 yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah akan diserap terutama oleh jaringan yang rusak pada organ tertentu, seperti jantung, hati dan paru-paru. Sebaliknya Ti-201 terutama akan diserap oleh jaringan yang sehat pada organ jantung. Oleh karena itu, kedua isotop digunakan secara bersama-sama untuk mendeteksi kerusakan jantung. 1-131 akan diserap oleh kelenjar gondok, hati, dan bagian-bagian tertentu dari otak. Oleh karena itu 1-131 dapat digunakan untuk mendeteksi kerusakan pada kelenjar gondok, hati dan untuk mendeteksi kelenjar otak. Larutan garam yang mengandung Na-24 disuntikkan ke dalam pembuluh darah untuk mendeteksi adanya gangguan peredaran darah misalnya apakah ada penyumbatan dengan mendeteksi sinar gamma yang dipancarkan isotop natrium tersebut. Xe-133 digunakan untuk mendeteksi penyakit paru-paru. P-32 untuk penyakit mata, tumor dan hati. Fe-59 untuk mempelajari pembentukan sel darah merah. Kadang-kadang, radioisotop yang digunakan untuk diagnosa, juga digunakan untuk terapi yaitu dengan dosis yang lebih kuat misalnya, 1-131 juga digunakan untuk terapi kanker kelenjar tiroid.

b) Bidang Industri

Digunakan untuk meningkatkan kualitas produksi, seperti pada: 1. Industri makanan, sinar gama untuk mengawetkan makanan, membunuh mikroorganisme yang menyebabkan pembusukan pada sayur dan buahbuahan. 2. Industri metalurgi, digunakan untuk mendeteksi rongga udara pada besi cor, mendeteksi sambungan pipa saluran air, keretakan pada pesawat terbang, dan lain-lain. 3. Industri kertas, mengukur ketebalan kertas, serta 4. Industri otomotif, mempelajari pengaruh oli dan aditif pada mesin selama mesin bekerja.

c) Bidang Hidrologi

Dalam bidang hidrologi radioaktif digunakan untuk : 1. 24Na dan 131I, digunakan untuk mengetahui kecepatan aliran air sungai, 2. Menyelidiki kebocoran pipa air bawah tanah, 3. 14C dan 13C, menentukan umur dan asal air tanah.

d) Bidang Kimia

Digunakan untuk analisis penelusuran mekanisme reaksi kimia, seperti: a. Dengan bantuan isotop oksigen–18 sebagai atom perunut, dapat ditentukan asal molekul air yang terbentuk, b. Analisis pengaktifan neutron, c. Sumber radiasi dan sebagai katalis pada suatu reaksi kimia, d. Pembuatan unsur-unsur baru.

e) Bidang Biologi

Dalam bidang biologi radioaktif berfungsi untuk : 1. Mengubah sifat gen dengan cara memberikan sinar radiasi pada gen-gen tertentu, 2. Menentukan kecepatan pembentukan senyawa pada proses fotosintesis menggunakan radioisotop C–14, 3. Meneliti gerakan air di dalam batang tanaman, serta 4. Mengetahui ATP sebagai penyimpan energi dalam tubuh dengan menggunakan radioisotop 38F.

f) Bidang Pertanian

Dibidang pertanian radioaktif digunakan untuk : 1. 37P dan 14C, mengetahui tempat pemupukan yang tepat, 2. 32P, mempelajari arah dan kemampuan tentang serangga hama, 3. Mutasi gen atau pemuliaan tanaman, 4. 14C dan 18O, mengetahui metabolisme dan proses fotosintesis.

g) Bidang Peternakan

Kegunaan radioaktif dibidang peternakan yaitu : 1. Mengkaji efisiensi pemanfaatan pakan untuk produksi ternak, 2. Mengungkapkan informasi dasar kimia dan biologi maupun antikualitas pada pakan ternak, 3. 32P dan 35S, untuk pengukuran jumlah dan laju sintesis protein di dalam usus besar, 4. 14C dan 3H, untuk pengukuran produksi serta proporsi asam lemak mudah menguap di dalam usus besar.

h) Bidang Arkeologi

Dalam bidang arkeologi radioaktif berfungsi untuk menentukan umur fosil dengan C-14

Iklan

Kategori:Konteks Fisika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s